Postingan

Tidak Semua Harus digenggam

Banyaknya perjalanan dan kisah hidup membawaku pada sebuah kata yaitu: mengikhlaskan. Terkadang aku lupa bahwa apa yang kuusahakan akan berakhir pada tiga pilihan: tercapai, tertunda, atau diikhlaskan. Beberapa waktu lalu yaitu tanggal 5 - 16 Januari 2024 aku berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh bersama ibu dan kakakku. Selama kurang lebih 12 hari perjalanan rohani tersebut aku makin menyadari bahwa pada dasarnya diri kita ini tidak ada apa-apanya. Berdoa pada tempat-tempat mustajab tentu saja merupakan salah satu kesempatan yang tidak akan ku sia-siakan. Namun, baru kusadari bahwa makna dari kata doa adalah mengikhlaskan, salah satu tempat yang paling mustajab adalah pada bagian antara hajar aswad dengan multazam aku pun mencoba untuk berdoa disana dan menyampaikan semua hajat dan harapanku. Tapi apa yang terjadi? justru hanya kata memohon ampun kepada Allah yang terus menerus kuucapkan tanpa henti. Bahkan ketika aku bisa mencapai ka'bah hampir seluruh hajat duniawiku lup...

Tak Akan Aku Biarkan Ia Menjadi Lilin Itu.

Menjadi dewasa merupakan kodrat semua manusia yang masih diberikan kesempatan untuk tetap hidup. Sebuah proses yang aku alami dalam rentang waktu akhir-akhir ini membuatku sadar bahwa menjadi dewasa begitu menyenangkan. Aku mensyukuri semua hal dalam diri, berusaha untuk tetap ikhlas dengan semua lika-liku yang membersamai. Banyak hal kutemui dan kurasakan, situasi yang aku rasa "aneh" tidak hanya terjadi pada jiwa saja namun juga pada raga. Orang menyebutnya psikosomatis, tapi apalah itu namanya aku merasa bahwa jiwa dan raga ku terkoneksi.  Menurut Marcus Aurellius, yang aku baca di buku Filosofi Teras mengatakan bahwa jiwa sama dengan raga jika tidak dipelihara juga dapat terluka. Aku menghargai akan sebuah proses termasuk ketika raga ataupun jiwa ku sedang tak baik-baik saja, ya mungkin ia terluka. Dari banyak proses yang kulalui, aku mengamati bahwa karakter manusia beraneka ragam dan dalam satu hari kita dapat menemukan karakter-karakter baru yang unik dan belum pernah ...

POEM : Kau ingin apa?

Gambar
Kau ingin apa? Hari-hari melelahkan yang kau jalani. Tertekan oleh banyak ekspektasi khalayak. Atau ambisi yang bergejolak. Sudah, sudah terpenuhi beberapa. Lantas kau ingin apa? Mencari pembenaran pada hati? Atau mengheningkan diri? Kau tau kemana akan pergi. Langkah yang tajam dan tak bernurani. Namanya hidup, jalan mana yang akan di lewati. Sekali lagi kutanyakan padamu, Kau ingin apa? Sudah terlalu jauh melangkah, apakah kau tega untuk menyerah? -AR-   

Validasi Luka dan Kecewa

Gambar
Dunia diciptakan dengan seimbang oleh Allah, ketika panas diseimbangkan oleh dingin, siang berpasangan dengan malam, dan kencang berdampingan dengan lambat. Begitu juga dengan kebahagiaan, sebagai manusia pada umumnya aku menyukai kebahagiaan, aku menikmati setiap langkah dan proses hidupku sambil mencari arti "bahagia". Setiap kebahagiaan yang datang pada diriku, aku selalu menyambutnya dengan riang, menikmatinya, dan tentu saja memvalidasi keberadaanya. Namun, terkadang aku lupa bahwa bahagia diseimbangkan oleh sedih, luka, dan kecewa. Luka yang hadir tentu akan meninggalkan rasa kecewa dan berakibat pada kesedihan. Banyak orang menghindar dari luka, tidak terkecuali aku. Tapi, bisakah selamanya bersikap seperti itu? Terkadang sudah dihindari pun tetap tergores. Awalnya, aku memendam luka-luka itu dan berharap mereka akan sembuh dengan sendirinya, namun nyatanya aku berlaku bodoh, luka itu tidak sembuh bahkan kadang terasa semakin parah. Lama-lama aku menyadari bahwa, hanya...

KOMPARATIF

Seringkali aku mendapatkan pertanyaan yang mungkin aku sendiri juga tidak tahu jawabannya. Pertanyaan retorik yang dilontarkan oleh seseorang hanya ((mungkin)) karena kehabisan bahan pembicaraan saja. Sejak kecil aku sudah sering mendapati pertanyaan "Kok kamu ga mirip sih sama Kakakmu? Kenapa kamu ga secantik kakakmu?" atau ketika  aku kuliah aku mendapati pertanyaan "Kamu ambil bidang yang sama dengan ibumu tapi kenapa kamu ga se pintar ibumu?". Pada awal aku mendapatkan pertanyaan itu, aku pun ikut bertanya-tanya "Iya juga kenapa aku ga mirip sama kakak ku ya?". Pertanyaan komparatif yang dilayangkan kepada anak kecil yang kebingungan. Sampai pada akhirnya aku memang selalu menjawab bahwa kakaku lebih baik dari aku, lebih cantik, dan lain sebagainya.  Komparatif atau perbandingan yang dilontarkan oleh manusia untuk membandingkan antar manusia satu dengan lainnya yang sebenarnya hanya membuang waktu dengan percuma. Adakah seseorang yang bisa request kepa...

POEM : Tinta Biru

Gambar
Aku hanya ingin kemudahan agar aku bisa melupakannya Kapalku tak pernah berlabuh, layarnya koyak terhempas angin laut, hingga akhirnya dia karam pada samudra yang dalam Rembulanku menangis, Mengiringi denting hatiku pada kisah rindu Pada langit yang kelabu Aku ikhlaskan dia untuk dimiliki hati yang lain Ujung penantianku berada pada titik temu Nyatanya hatiku dan dia tak pernah berkalibrasi menjadi satu  Kesalahanku yang larut pada imajinasi kalbu  Pada akhirnya aku yang menuai tinta biru

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Gambar
                Anggapan bahwa nama merupakan sebuah doa yang diharapkan akan menyertai pemiliknya. Bagiku, anggapan itu benar adanya, Nur yang berartikan cahaya. Nama yang diberikan 54 tahun lalu oleh Kakung dan Uti untukmu, ternyata semesta dan Allah telah merestui itu. Menjadi cahaya untuk memandu dan menerangi kegelapan disekitarmu.              Aku akan menceritakan sepenggal cerita antara diriku dan dirimu. Nur Widiastuti, ia adalah Ibuku beliau kebetulan seorang dosen dengan bidang keilmuan yang sama dengan yang kugeluti. Misi utama ibuku sejauh yang kuketahui adalah : belajar, berbagi, dan berguna. Sejak kecil aku sering mengikuti ibu mengajar dan berbagai kegiatan akademik lainnya bahkan tak jarang ibu melibatkanku pada hal-hal sederhana dalam pekerjaannya. Banyak anggapan bahwa menjadi anak dosen banyak enaknya, ya! tentu saja aku mengamini itu. Walau terkadang juga banyak anggapan terkhu...