Postingan

Menampilkan postingan dengan label POEM

POEM : Tinta Biru

Gambar
Aku hanya ingin kemudahan agar aku bisa melupakannya Kapalku tak pernah berlabuh, layarnya koyak terhempas angin laut, hingga akhirnya dia karam pada samudra yang dalam Rembulanku menangis, Mengiringi denting hatiku pada kisah rindu Pada langit yang kelabu Aku ikhlaskan dia untuk dimiliki hati yang lain Ujung penantianku berada pada titik temu Nyatanya hatiku dan dia tak pernah berkalibrasi menjadi satu  Kesalahanku yang larut pada imajinasi kalbu  Pada akhirnya aku yang menuai tinta biru

POEM : Aku yang Harus Pergi

Gambar
  Diri ini pernah patah.  Merasa ingin musnah.  Sebelumnya memang tak pernah.  Tapi perasaannya semakin gundah.  Merelakan seseorang pergi.  Dengan masih ada rasa di hati.  Sakit, kau tak akan mengerti.  Berat, karena dia tak lagi disini.  Ber-dialog tiada arti.  Telepati pun tak sanggup lagi.  Mereka pikir aku baik-baik saja.  Padahal, aku remuk redam tak berdaya.  Dia pikir aku yang menyakitinya.  Padahal, sakitku ini sudah kupendam lamanya.  Perasaan wanita siapa yang bisa membaca?  Mungkin, kau hanya melihat tangisnya.  Tak pernah kau rasakan hancurnya.  Logikamu melaju secepat kilat.  Tapi hatimu tak pernah kau gunakan walau sesaat.  Terimakasih sudah mengajari.  Bahwa berkorban memang harus memiliki arti.  Karena saling mengerti tak cukup lagi.  Hingga akhirnya memang aku yang harus pergi.  Jogja dini hari, 10 Juni 2020  Ainina Sugiyanto

POEM : Dia Hadir di Kala Senja

Gambar
Aku tidak menyukai senja Sudah berulang kali kukatakan Keindahannya hanya sementara lalu berganti dengan gulita Benar ada cahaya bulan yang akan tiba Tapi dia remang tak seperti surya Aku pernah merasakan bahagia  Kebahagiaan mengagumi seseorang dalam diam Namun sayang, kebahagiaan itu muncul di kala senja Perlahan hilang tertutup gelapnya malam Seperti jatuh tertimpa tangga Bulan kala itu juga enggan menyapa

Nyanyian Gadis Bisu

Gambar
Nyanyian Gadis Bisu Matahari mulai beranjak ke peraduan. Seiring pikiranku melayang dalam lamunan. Agaknya aku mulai kalap dalam angan. Yang bahkan belum pernah terjamah oleh tangan. Mataku terkesiap dalam sekejap. Terkejut akan rasa yang terperangkap. Yang sudah kuduga akan berakhir dengan senyap. Nyanyian lagu seorang gadis bisu. Membersamai lenyapnya asa pada hari itu. Terperangkap dalam rindu. Dan tak tahu dengan siapa akan beradu. Sudahku bilang, jangan kau percaya pada senja. Walau keindahannya memabukkan bagai ganja. Sampai pada akhirnya kau akan meratapi sendu. Bersama iringan awan kelabu. Teruslah bernyanyi wahai gadis bisu. Hingga kelak kau akan tahu. Kepada siapa rindumu akan menyatu. 22 September 2020 Ainina